Pengujian EMC untuk charger kendaraan listrik: cara bersiap agar lulus pada percobaan pertama
EMC adalah tahap yang paling sering membuat proyek charger harus diuji ulang. Panduan ini menjelaskan standar, jenis uji, dan persiapan agar putaran pertama bukan sekadar latihan.

- 01IEC 61851-21-2 menetapkan persyaratan EMC untuk charger off-board hingga 1000 V AC dan 1500 V DC.
- 02Eropa memakai EN IEC 61851-21-2:2021; Tiongkok memakai GB/T 18487.2-2017 (edisi 2026 berlaku 1 Nov 2026) untuk peralatan off-board.
- 03Charger on-board mengikuti IEC 61851-21-1; pengisian nirkabel mengikuti IEC 61980.
- 04Tetapkan mode operasi, beban, dan pemantauan sebelum jadwal laboratorium.
- 05Pemindaian pra-kepatuhan menemukan sebagian besar masalah emisi selagi perubahan masih murah.
Standar yang berlaku
| Pasar | Standar | Berlaku untuk |
|---|---|---|
| Internasional | IEC 61851-21-2:2018 | Peralatan suplai off-board, mode 1–4 |
| Eropa | EN IEC 61851-21-2:2021 | Cakupan sama, dipakai untuk CE menurut Direktif EMC |
| Tiongkok | GB/T 18487.2-2017 (edisi 2026 berlaku 1 Nov 2026) | Peralatan pengisian konduktif off-board |
| On-board | IEC 61851-21-1 | Charger yang terpasang di kendaraan |
| Nirkabel | Seri IEC 61980 | Sistem transfer daya nirkabel |
IEC 61851-21-2 mencakup peralatan off-board dengan tegangan masukan dan keluaran pengenal hingga 1000 V AC atau 1500 V DC, di lingkungan perumahan, komersial, dan industri, di dalam maupun luar ruangan. Kabel pasif tanpa elektronik dianggap memenuhi tanpa pengujian.
Apa yang diuji
Emisi — gangguan yang dipancarkan charger:
- gangguan konduksi pada port listrik AC serta, bila relevan, pada port sinyal dan DC;
- gangguan radiasi;
- untuk peralatan yang tersambung AC, arus harmonik dan fluktuasi tegangan (flicker).
Imunitas — ketahanan charger terhadap gangguan:
- pelepasan muatan elektrostatik;
- medan frekuensi radio terpancar dan terkonduksi;
- transien cepat dan surja;
- medan magnet frekuensi daya;
- penurunan tegangan dan pemutusan singkat.
Untuk setiap uji imunitas, charger harus memenuhi kriteria kinerja yang ditetapkan: tetap mengisi normal, pulih sendiri, atau setidaknya berhenti dengan aman.
Siapkan sebelum jadwal laboratorium
- Mode operasi. Sepakati mode yang diuji: siaga, pengisian pada daya pengenal, pengisian daya rendah, dan komunikasi tanpa transfer daya.
- Beban. Charger DC memerlukan beban DC atau emulator baterai yang mampu menyerap daya pengenal; charger AC memerlukan simulator kendaraan. Pastikan beban tidak menimbulkan gangguan sendiri.
- Pemantauan. Tentukan cara laboratorium mengetahui charger masih bekerja: daya keluaran, sinyal CP dan PP, komunikasi CAN atau PLC, layar, dan koneksi backend.
- Kriteria kinerja. Tuliskan apa yang dianggap gagal untuk setiap uji. Perselisihan saat pengujian biasanya muncul dari kriteria yang tidak pernah didefinisikan.
- Konfigurasi. Bekukan perangkat keras, firmware, dan jalur kabel. Perubahan terlambat membatalkan hasil sebelumnya.
Poin desain yang menghindarkan uji ulang
- Letakkan filter masukan dekat jalan masuk kabel dengan sambungan arde yang pendek dan lebar.
- Pisahkan jalur kabel daya dan sinyal; beri pelindung pada jalur komunikasi dan terminasikan pelindungnya di titik masuk.
- Periksa sambungan dan bukaan selungkup logam; celah dekat tahap daya berperilaku seperti antena celah.
- Lakukan pemindaian pra-kepatuhan emisi konduksi dan radiasi pada prototipe pertama.
Jaringan laboratorium mitra kami menjalankan pengujian EMC lengkap untuk charger di ruang semi-anekoik 10 meter dengan rating AC/DC 2,5 MW, serta mendukung pemindaian awal selama pengembangan.
Tanya jawab
Apakah charger kendaraan listrik memerlukan uji EMC untuk CE?
Ya. Penandaan CE mensyaratkan kesesuaian dengan Direktif EMC; standar produk untuk charger off-board adalah EN IEC 61851-21-2.
Bisakah charger DC berdaya tinggi diuji pada daya penuh?
Pengujian harus mencakup mode operasi yang ditetapkan standar, termasuk daya pengenal. Untuk itu diperlukan ruang uji dan beban yang mampu menangani keluaran penuh.
Apakah kendaraan ikut diuji?
Tidak. Simulator kendaraan atau beban menggantikan kendaraan agar hasilnya dapat diulang.


